Kota Kupang Menjadi Tuan Rumah Konferensi Tahunan Keadilan Sosial 2019

 [Kupang, ACSJ 2019] Sekitar 80 orang peneliti, akademisi, birokrat, dan aktivis yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia akan hadir dalam Konferensi Tahunan Keadilan Sosial atau yang lebih dikenal dengan nama Annual Conference of Social Justice (ACSJ) 2019 di Kota Kupang selama dua hari tanggal 4 dan 5 Desember 2019.

Konferensi tahunan ini merupakan konferensi ketiga, dan menjadi agenda tetap dari ISJN (Indonesia Social Justice Network). ISJN merupakan jaringan para penerima beasiswa Ford Foundation di Indonesia yang pada umumnya berasal dari kalangan aktivis, peneliti, dan akademisi yang fokus pada isu keadilan sosial.

“ACSJ diadakan setiap tahun karena kami ingin menekankan bahwa keadilan sosial merupakan tema sentral yang perlu dibahas serius, dan pemaknaan ulang atas isu keadilan sosial menjadi penting untuk menjawab tantangan-tantangan terkini, “ ujar Andi Ahmad Yani Ketua Presidium ISJN yang juga adalah seorang akademisi di Universitas Hasanudin, Makassar.

Tema yang diangkat dalam ACSJ 2019 kali ini adalah “Memikirkan Ulang Pembangunan yang Berperikemanusiaan dan Berkeadilan Sosial”. Menurut Elcid Li, sebagai ketua pelaksana ACSJ 2019 tema ini dipilih untuk menjawab persoalan terkini yang muncul di berbagai daerah di Indonesia. “Prioritas investasi sering kali melupakan aspek kemanusiaan dan keadilan sosial yang menjadi dasar bernegara, padahal urusan keamanan (security) warga negara tidak serta merta langsung bisa dijawab dengan investasi, ini dua hal yang berbeda,” kata Elcid Li menegaskan. Ia mengharapkan agar secara prinsipil hal semacam ini bisa dibahas untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kita tidak anti investasi, tetapi bagaimana persolan kemanusiaan dan keadilan sosial yang menjadi dasar negara kita tidak serta merta hilang ketika investasi menjadi prioritas pertama pemerintah,” ujar Elcid Li.

Konferensi tahunan ACSJ 2019 kali ini diadakan oleh ISJN dengan bekerja sama dengan IRGSC (Institute of Resource Governance and Social Change), Bappelitbangda (Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah) Provinsi NTT, dan Unika Widya Mandira.

Para pembicara terbagi dalam 14 panel yang akan membahas persoalan antara lain: kewarganegaraan dan konflik berbasis identitas, konflik berbasis gender, kesehatan publik dan kebinakan, kemisiknan dan social exclusion, kesejahteraan daerah perbatasan, dan perdagangan orang.

“Dengan event ini para peneliti-birokrat di Bappelitbangda Provinsi NTT punya kesempatan untuk membahas persoalan-persoalan yang mereka temui di masyarakat, selain itu kami berkesempatan untuk memahami persoalan yang sama dari perspektif berbeda dari para akademisi, aktivis dan peneliti,” ujar Frits Nggili salah satu peneliti di Bappelitbandga Provinsi NTT.

Konferensi tahunan Keadilan Sosial ini akan berlangsung mulai tanggal 4 dan 5 Desember 2019 dan akan diadakan di Hotel Neo, Kupang. Para peserta yang ingin menghadiri konferensi ini diharapkan untuk mendaftar lebih awal di panitia. 50 pendaftar pertama tidak dikenakan biaya. Secara umum panitia tidak memungut biaya. Namun peserta yang mendaftar di atas Nomor urut 50 membayar biaya konsumsi sendiri. Selain itu panitia juga menyeleksi peserta berdasarkan tema dan kapasitas ruang per sesi diskusi. Selain dibuka untuk umum panitia juga mengundang secara khusus para pemangku kebijakan sesuai tema terkait.

Para peserta bisa menghubungi panitia melalui no HP/WA: 0813374909909 (Gisela), atau 081233535587 (Yanny) untuk pendaftaran pada panel diskusi. Pendaftaran juga bisa dilakukan melalui ACSJ2019@gmail.com .(med)